cinta yang tidak banyak tapi
Beberapa perubahan pandangan dalam hidup terjadi secara gradual. Seperti batu yang terus terpapar ombak - sering kali tidak disadari namun ketika menoleh ke belakang, ubahnya nyata.
Namun ada juga pergantian pandangan yang terasa seperti tamparan. Bagi saya ada beberapa, seperti ketika pertama kali mendengar kuliah Jean Paul Sartre dan paham bahwa manusia dikutuk dengan kebebasan. Saya ingat betul momen di mana informasi tersebut seperti mencoba mengkode ulang apa yang dipercayai dalam hidup dan pandangan-pandangan yang sebelumnya dipegang erat.
Hal yang sama terjadi pada saya pada suatu pagi di Medan. Tepatnya dan khususnya, setelah semalam sebelumnya menonton film garapan Garin Nugroho, Kucumbu Tubuh Indahku.
Kita tahu beberapa artis sengaja tidak ingin menafsirkan karyanya secara detail karena ingin membiarkan penikmat karyanya bebas dengan pemaknaan masing-masing. Saya tidak tahu dengan pasti apakah Mas Garin dan segenap tim menuliskan secara khusus apa makna di balik film tersebut, tapi saya pun sudah terlanjur membentuk pandangan saya sendiri.
Jika teman-teman sudah menonton film tersebut, di situ digambarkan perjalanan hidup tokoh utama kita, Juno. Kita dibawa ke suatu cerita yang beliau narasikan, melihat tumbuhnya Juno dari siswa sekolah dasar hingga dewasa. Film ini menuai kontroversinya sendiri di negara yang masih sangat konservatif dan ketimuran. Tapi, bukan itu, justru bukan itu yang menempel di saya.
Kucumbu Tubuh Indahku menunjukkan suatu perasaan, yang namanya cinta, itu sesuatu yang sangat murni. Tanpa tedeng aling-aling. Tanpa melihat apa, siapa. Tanpa memandang umur, status, atau hal-hal duniawi lainnya. Tanpa banyak kata, kita dipertontonkan bahwa cinta itu sesederhana hubungan antar manusia dan juga seberharga hubungan antar manusia. Dan ini yang menampar saya. Tamparan yang menyadarkan selama ini betapa sempit saya memandang cinta - sekedar hubungan antar dua manusia yang kemudian menghabiskan hidup bersama. Karena tidak selalu demikian, pun tidak ada yang mengharuskan demikian kecuali tekanan sosial dan pikiran-pikiran kita yang sudah terbentuk tanpa kita telaah. Untuk sesuatu yang sebesar itu memiliki makna untuk umat manusia, kenapa kita punya banyak sekali tapi?
Kucumbu Tubuh Indahku adalah, bagi saya, suatu usaha untuk mendefinisikan ulang cinta.
Dan terlepas dari semua peringkat penilaian film, untuk 106 menit yang telah merombak pandangan saya, saya akan selalu berterima kasih olehnya.
Comments
Post a Comment